Lebih Dekat dengan Sistem Kelistrikan SMH

2-d Lebih Dekat dengan Sistem Kelistrikan SMH
Pada sepeda motor selain sistem mekanis, juga di dalamnya terdapat sistem kelistrikan. Karena itu tidak ada salah bagi kita untuk mengenal bagaimana kinerja dari sistem kelistrikan sepeda motor Honda.

Sistem kelistrikan yang aman dapat menunjang kinerja dari sebuah sepeda motor. Fungsi kelistrikan pada Sepeda Motor Honda (SMH) dapat kita lihat pada starter elektrik, lampu-lampu, klakson, dan juga pengapian atau penyalaan busi yang juga menggunakan sistem listrik.

Kelistrikan sepeda motor mempunyai dua fungsi, yaitu untuk kelistrikan itu sendiri dan pengapian. Input dari dua fungsi tersebut adalah sama, kemudian dibagi menjadi dua untuk menjalankan fungsinya masing-masing dengan cara memisahkan kabel-kabel yang berwarna tertentu. Input dari kelistrikan adalah arus listrik yang dihasilkan oleh Alternator.

Alternator ini bekerja seperti Generator arus AC. Arus dari Alternator akan diteruskan ke Rectifier atau penyearah arus, arus AC dari alternator akan diubah menjadi arus DC yang kemudian digunakan untuk fungsi kelistrikan dan pengapian dari sepeda motor. Kelistrikan nantinya akan mengalir ke aki kemudian saklar dan akhirnya ke lampu – lampu. Sedangkan Pengapian akan mengalir ke aki dan CDI/ECM kemudian ke Coil dan akhirnya ke busi.

Pada kelistrikan dan pengapian ada tiga komponen yang sama, yaitu Alternator, Rectifier dan Aki. Berikut adalah pembahasan dari tiga komponen tersebut. Alternator merupakan sumber arus listrik pada sepeda motor yang bekerja berdasarkan magnet dan gaya gerak listrik. Arus yang dihasilkan alternator berupa arus AC (Alternating Current), sedangkan yang bekerja pada kelistrikan dan pengapian adalah arus DC (Direct Current).

Untuk mengubah arus AC menjadi arus DC dibutuhkan alat penyearah yaitu Rectifier, atau dalam bahasa bengkel sehari-hari sering disebut kiprok. Kemudian komponen yang ketiga adalah Aki, Aki sebagai sumber arus ketika start awal (kondisi mesin mati) dan sumber arus untuk penyalaan lampu dan panel.

Perawatan yang perlu diperhatikan pada ketiga komponen ini diperlukan alat ukur khusus yaitu multitester atau AVO meter. Ketiga komponen ini cenderung tidak mengalami banyak masalah, karena merupakan komponen slow moving.

Akan tetapi pemeriksaan rutin di AHASS tetap diperlukan, karena akan berakibat buruk apabila komponen tersebut rusak. Kerusakan alternator akan menyebabkan mogok atau motor mati tiba-tiba. Kerusakan pada rectifier akan menyebabkan arus yang mengalir ke lampu akan terlalu besar sehingga lampu akan menyala sangat terang kemudian mati.

Sedangkan kerusakan pada aki akan mengakibatkan tidak berfungsinya starter elektrik dan cepat matinya lampu-lampu, karena arus akan langsung dari alternator yang tidak stabil. Standar penggantian aki adalah ketika aki tidak dapat menghasilkan tegangan minimal 12 volt, dan penggantian dilakukan setelah penggunaan kurang lebih 2 tahun.